Terlahir dari keluarga yang sederhana tak membuat
Ibu Sundari berkecil hati untuk bermimpi meraih masa
depan cemerlang. Dengan segala keterbatasannya,
ia berjuang di negeri orang dengan menjadi Buruh
Migran Indonesia (BMI). Bersama NASA, ia sudah
membuktikan bahwa kesuksesan bisa ia raih meski
berada di negeri orang.
Awalnya Ibu Sundari memang sempat ragu untuk
bergabung dengan NASA. Pasalnya, ia memiliki
pengalaman pahit selama dua tahun aktif di
bisnis MLM dan hasilnya gagal total. Tapi beruntung ia
bertemu dengan Bapak Dono Sapari dan Bapak Joko
Ari Priyatmoko. “Dua orang inilah yang meyakinkan saya bahwa bisnis di NASA berbeda dengan yang
lain. Akhirnya tanpa ragu ia memutuskan untuk
bergabung dengan NASA pada bulan Juli 2013”.
Kesuksesan yang diraihnya bukan datang dengan
sendirinya. Segala rintangan sebagai BMI dengan
cerdasnya dia ubah menjadi sebuah peluang.
“Profesi ini justru memberi kesempatan emas
untuk mengembangkan bisnis NASA di Hongkong
bahkan ke beberapa propinsi di Indonesia. Hal
ini dikarenakan BMI Hongkong berasal dari
berbagai daerah di Indonesia dan mayoritas 85%
berlatarbelakang keluarga petani,” tutur Ibu Sundari.
Kini kerja kerasnya sudah berbuah manis dengan
limpahan materi. Hasil keuntungan dari bisnis NASA
diwujudkannya dalam bangunan rumah megah
di kampung halaman, investasi asuransi keluarga,
serta tabungan dengan nominal yang cukup besar.
“Setelah selesai kontrak kerja, saya akan pulang ke
Indonesia dan ingin mengembangkan bisnis NASA
di kampung halaman. Bersama NASA, Indonesia
adalah masa depan saya,” tutup Ibu Sundari sambil
tersenyum.
